Penentuan Bilangan Ester

Bilangan Ester adalah jumlah mg kalium hidroksida yang diperlukan untuk menyabunkan ester dalam 1,0 gram zat. Jika bilangan penyabunan dan bilangan asam telah ditetapkan, selisih antara keduanya menunjukkan bilangan ester.

Prosedur
Timbang saksama sejumlah 1,5 gram hingga 2 gram zat dalam labu 250 mL yang telah ditara, tambahkan 20 mL hingga 30 mL etanol P yang telah dinetralkan, kocok. Tambahkan 1 mL fenolftalein LP, dan titrasi dengan kalium hidroksida -etanol 0,5 N LV, lakukan seperti yang tertera pada bilangan penyabunan mulai dengan “panaskan labu..” dan penambahan fenolftalein LP dapat diabaikan. Selisih antara volume asam klorida 0,5 N dalam ml, yang diperlukan pada penetapan contoh dan blanko, dikalikan dengan 28,05 dan dibagi bobot contoh dalam gram, adalah bilangan ester.

Posted in Kimia-Farmasi | Tagged | Leave a comment

Penentuan Bilangan Asam (Asam Lemak Bebas)

Keasaman minyak lemak dan asam lemak dinyatakan sebagai jumlah ml alkali 0,1 N yang diperlukan untuk menetralkan asam bebas dalam 10,0 gram zat. Keasaman sering dinyatakan sebagai Bilangan Asam, Yaitu jumlah mg-kalium hidroksida yang diperlukan untuk menetralkan asam bebas dalam 1,0 gram zat.

Prosedur
Kecuali dinyatakan lain, timbang saksama lebih kurang 10,0 gram zat, larutkan dalam labu yang berisi 50 ml campuran etanol P-eter P (1:1) dan telah dinetralkan terhadap fenolftalein LP dengan natrium hidroksida 0,1 N. Bila contoh tidak larut dalam pelarut dingin, hubungkan labu dengan pendingin yang sesuai dan hangatkan perlahan-lahan, sambil sering dikocok sampai contoh larut.
Tambahkan 1 ml fenolftalein LP, dan titrasi dengan Natrium Hidroksida 0,1 N LV sampai larutan tetap berwarna merah muda lemah setelah dikocok selama 30 detik. Hitung asam lemak bebas dengan bilangan asam atau jumlah ml alkali 0,1 N yang diperlukan untuk menetralkan 10,0 gram contoh.

Jika volume Natrium Hidroksida 0,1 N LV yang diperlukan untuk titrasi kurang dari 2 ml, dapat digunakan titran lebih encer, atau jumlah contoh disesuaikan. Hasil dapat dinyatakan dalam volume titran yang digunakan atau dalam kesetaraan volume Natrium Hidroksida 0,1 N.

Jika minyak telah dijenuhkan dengan karbondioksida untuk tujuan pengawetan, refluks perlahan-perlahan larutan etanol-eter selama 10 menit sebelum titrasi. Minyak juga dapat dibebaskan dari karbondioksida dengan menempatkannya pada cawan dangkal di dalam desikator vakum selama 24 jam sebelum contoh ditimbang.

Posted in Kimia-Farmasi | Tagged | Leave a comment

Penentuan Bilangan Penyabunan

Bilangan Penyabunan adalah jumlah mg kalium hidroksida yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas dan menyabunkan ester yang terkandung dalam 1,0 gram zat.

prosedur
Timbang saksama 1,5 gram hingga 2 gram zat dalam labu 220 mL yang telah ditara dan tambahkan 25 mL kalium hidroksida-etanol 0,5 N LV. Panaskan labu diatas tangas uap, refluks dengan pendingin yang sesuai, selama 30 menit, sambil sering diputar. Kemudian tambahkan 1 mL fenolftalein LP, dan titrasi kelebihan kalium hidroksida dengan asam klorida 0,5 N LV. Lakukan penetapan blanko. Perbedaan volume dalam mL, dari asam klorida 0,5 N yang digunakan untuk penetapan contoh dan penetapan blanko, dikalikan dengan 28,05 dan dibagi dengan bobot contoh yang digunakan dalam gram, adalah Bilangan penyabunan.

Jika minyak telah dijenuhkan dengan karbondioksida dengan tujuan untuk pengawetan, tempatkan minyak tersebut pada cawan dangkal dalam desikator vakum selama 24 jam sebelum contoh ditimbang.

Posted in Kimia-Farmasi | Tagged | Leave a comment

Teori Tentang Migrain

Ada sejumlah teori tentang terjadinya migrain:

1. Teori Neurovaskuler
Pada keadaan tertentu misalanya Stress, terjadi hiperaktivitas saraf adrenergis, yang melepaskan NA dan 5HT berlebihan dengan daya vasokontriksi kuat. Akibatnya ialah kekurangan penyaluran darah setempat di otak dan timbul kekurangan oksigen. Hipoksia ini menyebabkan fase prodromal dan aura, juga mendorong sel-sel otak untuk mensekresi neurokinin. Zat-zat mediator ini mengakibatkan vasodilatasi dari arteri extracranial, antara lain arteri leher. Oleh karena itu penyaluran darah ke otak bertambah dengan terjadinya udema. Membran dari sel-sel  dengan hipoksia menjadi lebih permeabel bagi ion-ion kalsium, yang kemudian menginvasi sel-sel itu dengan menimbulkan vasospasme.

2. Teori Agregasi Trombosit.
Praktis semua serotonin dalam darah diangkut oleh trombosit, bergumpal dibawah pengaruh induktor seperti adrenalin(stress) dan tiramin (keju) pada orang-orang yang peka. Pada proses agregasi ini, serotonin dilepaskan kedalam darah yang membuat trombosit lain lebih peka terhadap induktor tersebut. Dengan demikian, pada migrain proses agregasi mempercepat diri dan berlangsung lebih cepat daripada keadaan normal.
Oleh karena itu pada permulaan serangan kadar serotonin (dan NA) dalam darah naik sedikit, tetapi kemudian menurun, sedangkan dalam urin kadar metabolitnya (5HIAA) meningkat. Serotonin menimbulkan vasodilasi atau konstriksi, tergantung dari tipe reseptor 5HT yang berada di pembuluh tertentu. Obat-obat antiagregasi trombosit, seperti asetosal dan propanolol, ternyata efektif pada penanganan jenis migrain ini.

3. Teori Spreading Depression untuk Migrain Klasik
Pada tahun 1955 dilakukan dengan injeksi Xenon-133 radioaktif di arteri leher penderita migrain klasik pada permulaan serangan dengan menggunakan alat tomografi canggih untuk membentuk gambar ptongan bagian tubuh (PET=Positron Emission Tomography).

Penelitian ini menunjukan bahwa semula terdapat kekurangan penyaluran darah dibagian belakang kepala. Hipoperfusi ini berangsur-angsur menjalar ke bagian depan kepala selama fase aura dan jauh sampai fase nyeri kepala. Hiperperfusi masih bertahan juga setelah sakit kepala hilang.  Nyeri hebat diperkirakan dimulai dari bagian depan selaput otak, dimana terdapat saraf nyeri dan tidak dari (batang) otak yang tidak memiliki saraf nyeri. Pada migrain tanpa aura tidak terjadi hipoperfusi, maka mekanisme ini tidak berlaku bagi jenis migrain tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa migrain klasik mungkin sekali disebabkan oleh suatu “cortical spreading depression“, yaitu suatu gelombang depolarisasi dari neuron dan sel-sel glia (jaringan ikat dari sistem saraf, yang berangsur-angsur meluas keseluruh permukaan kulit otak (cortex). Akan tetapi terdapat indikasi-indikasi bahwa peradangan neurogen (dari areteri-arteri yang telah mendilatasi) dan agregasi trombosit turut memegang peranan pada mekanisme proses yang rumit ini.

Posted in Farmakologi | Tagged | Leave a comment

Faktor Pemicu Serangan Migrain

Ada sejumlah faktor yang dapat memicu serangan migrain antara lain sebagai berikut:

1. Stress secara fisik atau mental
Misalnya terlau letih, sibuk, kurang tidur, emosi yang berlebihan dan ketegangan. Hal ini membuat anak-ginjal melepaskan noradrenalin (NA).

2. Diet
Diet yang mengandung amino vaso-aktif, artinya yang dapat mengakibatkan vasokonstiksi, seperti tiramin dalam keju masak, anggur merah, dan feniletilamin dalam coklat. Bahan makanan lain yang dapat menimbulkan serangan, yakni seperti telur, susu, mentega, ikan, pisang, tomat, alkohol (meningkatkan resorpsi amin dari saluran cerna) dan juga macam-macam buncis.

3. Alergen-alergen
Alergen merupakan suatu zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi, misalnya bau-bauan, wangi-wangian, sinar matahari kuat, dan juga perubahan suhu yang mendadak.

4. Perubahan hormonal
Sejak dahulu diduga ada pengaruh antara hormon seks tertentu dengan migrain.

  • Sebagian wanita menderita sakit kepala sewaktu masa haid, karena turunnya kadar estrogen dan progesteron pada akhir siklus.
  • Selama menelan pil antihamil, kadar hormon-hormon tersebut meningkat yang dapat mencestuskan serangan migrain.
  • Gangguan ginekologi. Wanita yang mempunyai masalah ginekologi, sperti siklus haid yang tidak teratur, adanya kista di indung telur atau setelah menjalani pembedahan hysterectomia (pengangkatan rahim) mempunyai kecenderungan dua kali lipat untuk serangan sakit kepala berat kronis dibandingkan dengan wanita lainnya.
  • Selama masa kehamilan sering kali migrain lenyap, juga setelah masa peralihan (climacterium), yang berkaitan pula dengan perubahan kadar hormon dalam darah.

5. Hipoglikemia
Kadar gula terlampau rendah disebut juga hipoglikemia, misalnya dikarenakan puasa atau lapar karena makan terlambat.
Untuk mencegah terjadinya faktor pemicu serangan migrain, seperti yang disebutkan diatas, maka dapat dilakukan dengan jalan Menghentikan penggunaan pil antihamil atau menganti jenis lainnya. Disamping itu penderita harus berusaha menjalani pola hidup yang tenag dan teratur. Makan dan tidur tepat pada waktunya.Psikoterapi dapat bermanfaat untuk meningkatkan semangat pendertita serta menghilangkan kegelisahan. Hindari juga stress berkepanjangan.

Posted in Farmakologi | Tagged | Leave a comment

Migrain dan Jenis Nyeri Kepala

Migrain (menurut bahasa yunani. hemicrania = nyeri sebelah kepala; hemi= setengah, cranium= tengkorak) merupakan penyakit yang bercirikan serangan nyeri hebat dari satu sisi (unilateral) kepala dengan denyutan di pelipis yang datang secara berkala, umumnya disertai gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah. Serangan dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu, sedangkan lama serangannya sekitar 1-2 jam, yang bisa disusul oleeh sakit kepala tersebar selama beberapa hari.

Jenis Nyeri Kepala :
Selain Migrain yang diakibatkan oleh pembuluh darah yang secara bergiliran berkontraksi dan berelaksasi, masih dikenal dua bentuk sakit kepala yang agak sering terjadi.

1. Sakit Kepala Tegang (tension headache)
Disebabkan otot-otot yang menegang dibagian kepala dan tengkuk. Sering kali sakit kepala ini juga disebabkan oleh stress dalam berbagai bentuk, seperti kerja dibawah tekanan dan hubungan buruk dirumah atau di pekerjaan. Jenis penyakit ini paling mudah diobati.
Gejalanya berupa sakit terus menerus di sebagian atau di seluruh kepala.
penanganan dapat dilakukan secara efektif dengan jalan masase kulit kepala dan latihan-latihan tertentu guna menghilangkan ketegangan otot. Pengobatan analgetika hanya efektif untuk sementara.

2. Sakit Kepala Cluster (cluster headache)
Disebabkan oleh pembuluh darah yang hiperreaktif, terhitung sakit kepala vaskuler (seperti migrain). Meskipun gejalnya mirip, malah bersifat parah, namun tidak termasuk penyakit miigrain.
Gejalanya berupa sakit sebelah kepala yang sangat hebat dan berpusat di sekitar satu mata, disertai keluarnya air mata dan hidung mampat, juga muntah. Ciri khasnya ialah Serangan timbul dalam siklus-siklus tertentu, kadang-kadang 2-3 gelombang seharinya
terutama pada tengah malam. Lamanya serangan beberapa jam. Masa bebas serangan bisa sampai 1 tahun. Gangguan ini sering menghinggapi kaum pria (usia 30-50 tahun) daripada wanita.
Pengobatan dapat dilakukan dengan ergotamin atau sumatriptan subkutan, obat-obat migrain lainnya jarang ampuh. Kadang-kadang timbul kesulitan untuk mengetahui jenis sakit kepala guna menentukan apakah penderita memerlukan pengobatan atau harus menjalani terapi.

Posted in Farmakologi | Tagged | Leave a comment

Postingan Pertama

Alhamdulillah…..

Akhirnya saya mempunyai rumah lagi….sebelumnya saya memiliki beberapa rumah, yakni mulai dari yang tua( Iyoong News), agak muda (iYooNg[dot]Com), dan yang bermasalah disini..oleh karena itu saya mulai menyewa rumah ini untuk keempat kalinya… :)

semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya..Amien.. :)

Posted in Pertama | Tagged | Leave a comment